Rabu, 27 Juli 2016

puisi



1.      Orang kaya yang sombong

Yang lagi kaya jangan sombong,
Karna semua yang kita miliki
Hanyalah titipan.
Jangan sombong...
Rendahkan hatimu, meskipun kita berusaha
Tetap ingatlah bahwa kesusksesan
Datangnya dari tuhan,
Dan ingatlah bahwa diatas langit
Masih ada langit.


2.      Kampung halaman

Gunung tinggi bukit menjulang
Sawah hijau menghampar
Langit biru mempesona
Itulah rumah asalku
Kampung halamanku.









3.      Kemana perginya alam desaku

Dulu sering ku melihat...
Hamaparan hijaunya sawah
Beratapan langit biru,
Kiri kanan sawah
Dan ditengah sungai
Diantara gunung matahari
Terbit malu-malu.
Namun sekarang kemana?
Lapisan tanah becek berwarna coklat
Setiap habis hujan,
Kini tanahku berwarna abu...
Lama ku cari tanah becekku?
Pohon-pohon yang menjulah tinggi
Kini menjadi gedung-gedung
Menjulah tinggi.




4.      Anak rantau

Dimalam yang dingin ini
Aku teringat akan kampung ku
Kampung tempat orangtua ku
Kampung tempat tinggal ku
Kampung yang tersimpan
Sejuta kenangan
Inilah nasibku..
Nasib jadi anak rantau
Yang jauh dari sanak saudara
Inilah nasibku...
Nasib hidup sendiri
Dikota orang.

5.      Penantianku

Kesetiaanku pada penantianku...
Tak kan pernah surut,
Aku selalu menunggu kesempatan itu
Dimana aku akan selalu menunggumu
Dan aku menunggu disudut ruang
Yang gelap,
Dimana ada aku..
Disitu Ada sudut ruang
Ruang itu adalah hatiku.